Setelah 22 tahun berlalu, para alumni pendidikan dan pelatihan calon hakim peradilan agama angkatan 1996 mengadakan reuni. Suka-duka mewarnai acara yang berlangsung di Hotel Royal Jelita Banjarmasin, Sabtu hingga Senin (22-24/12/2018) itu.

Tiba di tempat acara pada Sabtu petang, pada malam harinya mereka berkumpul di Hotel Royal Jelita Banjarmasin, saling bertegur sapa dan melepas kangen dengan cara berbagi cerita pengalaman masing-masing selama 22 tahun ini selama menjalankan tugas diberbagai daerah. Acara reuni cakim 96 dihadiri oleh KPTA Kalimantan Selatan Dr. H. Muhamad Shaleh , SH., M.Hum. dan acara dimulai dengan sambutan KPA Banjarmasin selaku tuan rumah, sambutan perwakilan penggagas reuni Ibu Ernida Basri Wakil PA Jakarta Pusat. Apaun kesan person disampikaikan oleh hakim senior yaitu Ibu Jubaidah Hanum Hakim Tinggi Mahkamah Syar’iyyah Aceh dan Bapak Muhammad Alwi Hakim Tinggi PTA Pontianak. Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Hakim Agung MA RI Bapak Dr. H. Yassardin, SH., MH. dan ditutup dengan do’a oleh Bapak Musa Hasibuan Hakim PA Palembang. Acara diisi dengan hiburan dari keluarga besar PA Banjarmasin yang dimeriahkan oleh KPTA Kalimantan Selatan yang menyanyikan lagu ‘Selamat Malam’.
Para peserta reuni berasal dari hampir seluruh wilayah di Indonesia, para alumni diklat cakim angkatan 96 itu sudah banyak berubah, baik dari segi fisik, penampilan, maupun jabatan.
Rata-rata berusia 50 hingga 60 tahun, sebagian dari mereka kini jadi pimpinan PA/MS kelas IB dan kelas II. Selain itu, ada pula yang jadi hakim di PA/MS kelas IA dan jadi hakim agung di MA.
Ada di antara mereka yang pernah bertugas di daerah yang dilanda konflik seperti Ambon dan Sambas, sehingga nyawa mereka sempat terancam. Ada yang pernah ditempatkan di wilayah Papua selama bertahun-tahun dan sekarang dapat bertugas di tempat yang tidak jauh dari kampung halaman. Ada yang karirnya seperti obat nyamuk karena hanya berpindah-pindah tugas di satu provinsi. Ada pula yang berpindah-pindah tempat tugas demi ‘mengejar’ suami yang pindah-pindah tempat kerja juga.

Berbeda dengan 22 tahun lalu, kini seluruh alumni itu sudah punya keluarga. Ada yang hanya punya anak tunggal. Tapi ada juga yang punya anak lebih dari lima. Bahkan, ada yang sudah punya cucu.
Minggu subuh, dilanjutkan dengan Jalan-jalan menyusuri Sungai dan Pasar Terapung di kota Banjarmasin yang merupakan tempat wisata yang ada di kota tersebut dan berziarah ke makam Ulama Kharismatik Martapura yaitu Tuan Guru KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang biasa disapa Guru Sekumpul.
Senin pagi rombongan hakim tinggi dan hakim agung berkunjung atau melihat dari dekat kantor Pengadilan Agama Banjarmasin Kelas IA melihat setiap ruangan dan PTSP.